Sasaran mutu ISO 9001:2026

Di antara sekian banyak perubahan ISO 9001:2026, klausul 6.2 tentang sasaran mutu mungkin yang paling sering disalahpahami. Frasa baru “sejauh dapat dilaksanakan” (where practicable) ditambahkan pada persyaratan keterukuran sasaran mutu — dan ini sering ditafsirkan keliru sebagai pelonggaran standar. Padahal maksudnya lebih ke arah realisme, bukan mengurangi ketegasan.

Apa Bunyi Persyaratan di ISO 9001:2015?

Edisi 2015 mewajibkan sasaran mutu untuk “terukur, jika dapat dilaksanakan” dengan penekanan yang relatif ketat pada kuantifikasi. Banyak organisasi lalu memaksakan semua sasaran mutu menjadi angka, bahkan untuk aspek yang sebenarnya lebih tepat dinilai secara kualitatif.

Apa yang Berubah di ISO 9001:2026?

Edisi 2026 mempertegas fleksibilitas ini: sasaran mutu tetap harus terukur sejauh dapat dilaksanakan, tapi organisasi diberi ruang lebih jelas untuk sasaran yang secara alami lebih sulit dikuantifikasi — misalnya terkait budaya kualitas atau kepuasan pelanggan pada aspek yang bersifat kualitatif. Ini bukan berarti organisasi boleh sembarangan menghindari metrik, tapi diberi pengakuan formal bahwa tidak semua sasaran mutu cocok dipaksakan ke angka.

Bagaimana Auditor Akan Menilainya?

Auditor kemungkinan akan meminta organisasi menjelaskan alasan ketika sebuah sasaran mutu tidak dinyatakan secara kuantitatif — bukan otomatis menerima begitu saja. Jadi fleksibilitas ini tetap menuntut justifikasi yang masuk akal, bukan celah untuk sasaran mutu yang kabur atau tidak dapat dievaluasi sama sekali.

Contoh Penerapan

  • Sasaran kuantitatif (tetap wajib bila memungkinkan) — tingkat cacat produk, waktu pengiriman, tingkat komplain pelanggan.
  • Sasaran kualitatif dengan justifikasi — misalnya “meningkatkan pemahaman budaya kualitas di lini produksi,” dievaluasi lewat survei atau wawancara berkala, dengan penjelasan kenapa metrik kuantitatif murni kurang tepat untuk aspek ini.

Kaitan dengan Klausul 6.1 dan 6.3

Sasaran mutu baru sering lahir dari peluang yang diidentifikasi di klausul 6.1, dan efektivitasnya perlu diverifikasi sesuai semangat klausul 6.3 tentang manajemen perubahan. Ketiga klausul ini — 6.1, 6.2, 6.3 — kini membentuk satu alur perencanaan yang lebih koheren dibanding edisi sebelumnya.

Yang Perlu Dilakukan Perusahaan

  1. Tinjau ulang daftar sasaran mutu saat ini — mana yang dipaksakan jadi angka padahal kurang tepat.
  2. Siapkan justifikasi tertulis untuk setiap sasaran yang bersifat kualitatif.
  3. Pastikan tetap ada mekanisme evaluasi berkala, meski bukan berupa angka.

Tinjau Ulang Sasaran Mutu Perusahaan Anda

Ingin memastikan sasaran mutu perusahaan Anda sudah sesuai semangat fleksibilitas baru di ISO 9001:2026 tanpa kehilangan ketegasan? Diskusikan dengan konsultan di budiwibowo.net.

Baca juga: Agar tim memahami klausul 6.2 dan klausul lain secara mendalam, GMCI menyediakan training interpretasi ISO 9001:2026 di Sertifikat-ISO.com.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan publikasi dan informasi terbaru dari berbagai sumber industri per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen ISO 9001:2026 dan lembaga sertifikasi terkait.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *